Minggu, 14 Oktober 2012
Luka
kasih....
aku merasa apa yang kau rasakan....
aku mengerti apa yang kau pikirkan....
aku menyesali apa yang terjadi....
terjadi pada kita....
aku mengerti memang aku yang salah....
memang aku yang tidak benar dalam memperlakukanmu....
namun aku tak mengerti apa yang salah....
aku tak mengerti harus dari mana aku memperbaikinya....
bisakah kau menungguku kasih?
bisakah kau bersabar?
atau kau keburu bosan dan mencari seseorang yang dapat menggantikanku?
tahukah kau kasih....
aku merintih melihatmu terluka....
aku bersedih melihatmu menangis....
aku menangis mendengar kata katamu....
aku merasa tersakiti saat ternyata kau butuh orang lain untuk menyenangkanmu....
untuk menghiburmu....
dan itu bukan aku....
dalam batin ini terluka....
dalam batin ini merasa dunia tak lagi memihakku....
seakan semua menghimpitku secara serentak....
menghancurkanku....
mematahkan rusuk-rusuk dan organ-organku....
maafkan aku yang selalu melukaimu....
aku hanya ingin melakukan hal yang benar....
namun jikalau hanya akan membuatmu terluka....
tinggalkanlah aku disini....
bukan dengan tangismu....
tinggalkanlah aku dengan senyummu....
agar aku mengerti bahwa kau cukup kuat hidup tanpaku....
dapatkah kau bersabar kasih?
bisakah kau menungguku?
bisakah kita lewati ini bersama?
menyongsong impian kita berdua?
haruskah kau tinggal aku kasih?
haruskah kau tinggalkan impian kita?
akankah kau hancurkan bangunan harapan yang telah kita bangun bersama?
aku mengerti....
mungkin kau lelah...
mungkin juga kau merasa bosan....
mungkin lebih baik kau tinggalkan ku....
hindari semua luka yang akan kau peroleh karenaku....
namun jangan kau menangis saat tinggalkanku...
tetaplah tersenyum....
fahamkan aku bahwa kau memang benar-benar kuat tanpa aku....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar