Kasih...
sedang apa dan di mana??
aku disini kangen kamu....
aku nungguin smsmu, telfonmu, kabarmu....
meski kita dalam satu kota, namun hati ini slalu kangen dan ingin bertemu....
Kasih...
selamat pagi...
kok tumben gak sms?? gak nelfon??
pulsanya habis yha??
aku rindu kamu bangunkan di pagi hari...
mendengar suaramu....
Kasih...
kamu kenapa??
kemana semua kebiasaan itu??
mana sms panjang dan mesra yang biasa kita kirimkan??
aku kangen itu, semua kebiasaan yang kita lakukan....
semuanya udah melekat padaku....
Kasih....
apa yang terjadi??
apakah kamu berubah??
kenapa??
kamu marah sama aku??
atau kamu bosen sama aku??
atau sayangmu mulai berkurang sama aku??
atau ada yang mengganggu fikiranmu??
atau ini cuma perasaanku saja??
Kasih....
aku minta maaf kalo aku salah...
aku akan jadi yang kamu mau, agar kamu ngga bosen dan tetep sayang sama aku....
aku harap ini cuma perasaanku saja....
aku ngga mau kamu berubah...
aku butuh kamu...
aku sayang kamu....
Kasih....
jangan berubah yha...
jangan pernah berubah sikapmu padaku....
aku ngga kuat tanpa kamu....
aku cinta kamu kasih....
Selasa, 31 Januari 2012
Senin, 30 Januari 2012
Cinta.... Lagi....
Cinta....
Suatu hal yang rumit....
Banyak orang berkata, jangan kau terlalu mencintai, karena cinta itu berarti luka....
Jangan kau terlalu mencinta, nanti kau akan membenci....
Shitt!!
Bagaimana bisa aku membencimu....
Bagaimana caranya untuk tak terlalu mencintaimu....
Kau terlalu sempurna untukku....
Hari hari kita lalui bersama....
Hampir tiap hari....
Kita berbagi semua....
Aku makin mencintamu....
Sakitmu menjadi sakitku....
Bahagiamu jadi bahagiaku....
Inginmu jadi kehendakku....
Bagaimana bisa ku membencimu....
Hatiku telah kau sentuh...
Kau genggam dan kau ikat....
Aku tak bisa lari lagi...
Kini aku jadi budak cintamu....
Karena dirimu...
Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu....
Tulus dari hati ini....
Tiada lain lagi bisa membelokkan hati dan cintaku....
Sempurnamu tlah sempurnakan aku....
Menancap dan tertanam dalam nadiku....
Di benakku hanya ada dirimu...
Di fikirku slalu terfikir dirimu....
Sadarlah....
Aku makhluk rapuh dan lemah....
Aku hancur jika kau tinggalkan....
Aku mati jika tak dicinta.....
Aku butuh kasihmu....
Tuhan....
Biarkanlah hati ini slalu dipenuhi cinta....
Jangan ganti cinta ini jadi benci....
Aku tak bisa hidup tanpanya....
Tanpamu cinta....
Inginku dirimu....
Inginku cintamu....
Inginku kasihmu....
Inginku hidup bersamamu....
Selamanya....
Tahukah kau kasih....
Tak terbersit fikiran untuk tinggalkanmu, untuk berpaling pada yang lain....
Tak ada yang lain....
Hanya dirimu, cinta....
Cintaku untukmu....
S.N.
Suatu hal yang rumit....
Banyak orang berkata, jangan kau terlalu mencintai, karena cinta itu berarti luka....
Jangan kau terlalu mencinta, nanti kau akan membenci....
Shitt!!
Bagaimana bisa aku membencimu....
Bagaimana caranya untuk tak terlalu mencintaimu....
Kau terlalu sempurna untukku....
Hari hari kita lalui bersama....
Hampir tiap hari....
Kita berbagi semua....
Aku makin mencintamu....
Sakitmu menjadi sakitku....
Bahagiamu jadi bahagiaku....
Inginmu jadi kehendakku....
Bagaimana bisa ku membencimu....
Hatiku telah kau sentuh...
Kau genggam dan kau ikat....
Aku tak bisa lari lagi...
Kini aku jadi budak cintamu....
Karena dirimu...
Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu....
Tulus dari hati ini....
Tiada lain lagi bisa membelokkan hati dan cintaku....
Sempurnamu tlah sempurnakan aku....
Menancap dan tertanam dalam nadiku....
Di benakku hanya ada dirimu...
Di fikirku slalu terfikir dirimu....
Sadarlah....
Aku makhluk rapuh dan lemah....
Aku hancur jika kau tinggalkan....
Aku mati jika tak dicinta.....
Aku butuh kasihmu....
Tuhan....
Biarkanlah hati ini slalu dipenuhi cinta....
Jangan ganti cinta ini jadi benci....
Aku tak bisa hidup tanpanya....
Tanpamu cinta....
Inginku dirimu....
Inginku cintamu....
Inginku kasihmu....
Inginku hidup bersamamu....
Selamanya....
Tahukah kau kasih....
Tak terbersit fikiran untuk tinggalkanmu, untuk berpaling pada yang lain....
Tak ada yang lain....
Hanya dirimu, cinta....
Cintaku untukmu....
S.N.
Cerita Cinta Kita
Tahukah kau...
Dulu ku tak tahu dirimu....
Bahkan, dulu ku tak mengenalmu....
Berawal dari kegiatan itu....
Perkemahan mahasiswa baru....
Awal keakraban kita....
Saat itu masih biasa....
Aku tak terlalu merasakan....
Hanya teman....
3 hari berlalu...
Kemah pun usai...
Kita bertukar nomor ponsel....
Malam itu...
Aku hubungimu...
Ku hubungi semua teman baruku....
Saat itu...
Ku tak menyangka....
Kita terus berhubungan....
Saling tanya...
Saling sapa...
Hanya pesan singkat....
Sebuah pertanyaan terlontar...
Dapatkah kucarikan pasangan untukmu??
Aku tak tahu, siapa??
Aku mengajukan diri....
Hanya candaan....
Awalnya....
Namun kau bertanya lagi....
Jadikah kita bersama??
Buktikanlah....
Ku buktikan padamu...
Ku katakan padamu...
Bisakah ku jadi kekasihmu??
Hari itu...
Saat itu...
Tak ada jawaban....
Kau minta aku menunggu....
Kau berfikir....
Dan aku menunggu....
4 hari berlalu....
Sejak ku utarakan padamu....
Keinginanku...
Malam itu....
6 Oktober 2011....
Kau beri keputusan....
Kau bilang kau tak bisa....
Tak bisa menolak...
Aku bingung....
Kau katakan padaku....
Ya, kita bisa bersama....
Aku senang....
Awal hubungan kita....
Ku hanya mencoba....
Mengenal dan merasa...
Dapatkah kau kucinta??
Pantaskah kita bersama??
Hanya mencoba...
Pada awalnya....
Aku biasa....
Hanya mencoba....
Namun....
Semakin lama....
Kita bersama....
Jalani hari bersama...
Berdua...
Bertukar cerita....
Aku merasa kau berbeda....
Kau layak ku cinta....
Kita pantas bersama....
Kini telah berjalan....
Tiga bulan sudah....
Sejak saat itu...
Rasaku makin kuat...
Hasratku makin bulat....
Kau harus jadi pendampingku....
Cintaku makin besar....
Sayangku makin kuat....
Hanya padamu....
Semakin lama....
Semakin indah....
Semakin cinta....
Tak ingin berpaling....
Tak bisa berpaling....
Tak akan berpaling....
Indahmu....
Cintamu....
Sayangmu....
Kurasakan....
Tulus....
Padaku....
Kau pun tahu....
Aku menyayangimu....
Aku mencintaimu....
Tulus....
Padamu....
Hanya padamu....
Dan kau pun tahu....
Aku serius...
Padamu...
Aku ingin...
Kau...
Hanya kau....
Mendampingiku....
Selamanya....
Sampai nanti....
Sampai kita terpisah ajal...
Aku ingin....
Kita selalu bersama....
Sungguh....
Aku mencintaimu....
Dari hatiku....
Hanya inginkan dirimu....
Bukan yang lain....
Hanya dirimu....
Cintaku....
Padamu....
Kekasihku....
Seseorang....
Bernama....
Shinta Novita....
Aku berharap....
Kita bisa bersama....
Selamanya....
Dulu ku tak tahu dirimu....
Bahkan, dulu ku tak mengenalmu....
Berawal dari kegiatan itu....
Perkemahan mahasiswa baru....
Awal keakraban kita....
Saat itu masih biasa....
Aku tak terlalu merasakan....
Hanya teman....
3 hari berlalu...
Kemah pun usai...
Kita bertukar nomor ponsel....
Malam itu...
Aku hubungimu...
Ku hubungi semua teman baruku....
Saat itu...
Ku tak menyangka....
Kita terus berhubungan....
Saling tanya...
Saling sapa...
Hanya pesan singkat....
Sebuah pertanyaan terlontar...
Dapatkah kucarikan pasangan untukmu??
Aku tak tahu, siapa??
Aku mengajukan diri....
Hanya candaan....
Awalnya....
Namun kau bertanya lagi....
Jadikah kita bersama??
Buktikanlah....
Ku buktikan padamu...
Ku katakan padamu...
Bisakah ku jadi kekasihmu??
Hari itu...
Saat itu...
Tak ada jawaban....
Kau minta aku menunggu....
Kau berfikir....
Dan aku menunggu....
4 hari berlalu....
Sejak ku utarakan padamu....
Keinginanku...
Malam itu....
6 Oktober 2011....
Kau beri keputusan....
Kau bilang kau tak bisa....
Tak bisa menolak...
Aku bingung....
Kau katakan padaku....
Ya, kita bisa bersama....
Aku senang....
Awal hubungan kita....
Ku hanya mencoba....
Mengenal dan merasa...
Dapatkah kau kucinta??
Pantaskah kita bersama??
Hanya mencoba...
Pada awalnya....
Aku biasa....
Hanya mencoba....
Namun....
Semakin lama....
Kita bersama....
Jalani hari bersama...
Berdua...
Bertukar cerita....
Aku merasa kau berbeda....
Kau layak ku cinta....
Kita pantas bersama....
Kini telah berjalan....
Tiga bulan sudah....
Sejak saat itu...
Rasaku makin kuat...
Hasratku makin bulat....
Kau harus jadi pendampingku....
Cintaku makin besar....
Sayangku makin kuat....
Hanya padamu....
Semakin lama....
Semakin indah....
Semakin cinta....
Tak ingin berpaling....
Tak bisa berpaling....
Tak akan berpaling....
Indahmu....
Cintamu....
Sayangmu....
Kurasakan....
Tulus....
Padaku....
Kau pun tahu....
Aku menyayangimu....
Aku mencintaimu....
Tulus....
Padamu....
Hanya padamu....
Dan kau pun tahu....
Aku serius...
Padamu...
Aku ingin...
Kau...
Hanya kau....
Mendampingiku....
Selamanya....
Sampai nanti....
Sampai kita terpisah ajal...
Aku ingin....
Kita selalu bersama....
Sungguh....
Aku mencintaimu....
Dari hatiku....
Hanya inginkan dirimu....
Bukan yang lain....
Hanya dirimu....
Cintaku....
Padamu....
Kekasihku....
Seseorang....
Bernama....
Shinta Novita....
Aku berharap....
Kita bisa bersama....
Selamanya....
Sabtu, 28 Januari 2012
Bahagia Karenamu
Cinta....
Aku bersyukur tuhan mempertemukan kita....
Aku bahagia bertemu denganmu....
Cinta....
Bertemu dengan seseorang yang sempurna dimataku....
Seseorang yang miliki hati yang indah....
Adalah sebuah anugerah bagiku....
Cinta....
Kau sempurnakanku....
Kau ubah hidupku....
Kau buat hatiku hidup kembali....
Karena cintamu....
Karena indahmu....
Memabukkanku....
Membuatku tak dapat berpaling lagi....
Membuatku tak dapat temukan keindahan lain di dunia yang melebihimu....
Hanya kau yang terindah....
Hanya kau yang kucinta....
Dan aku bahagia karenamu....
Aku bersyukur tuhan mempertemukan kita....
Aku bahagia bertemu denganmu....
Cinta....
Bertemu dengan seseorang yang sempurna dimataku....
Seseorang yang miliki hati yang indah....
Adalah sebuah anugerah bagiku....
Cinta....
Kau sempurnakanku....
Kau ubah hidupku....
Kau buat hatiku hidup kembali....
Karena cintamu....
Karena indahmu....
Memabukkanku....
Membuatku tak dapat berpaling lagi....
Membuatku tak dapat temukan keindahan lain di dunia yang melebihimu....
Hanya kau yang terindah....
Hanya kau yang kucinta....
Dan aku bahagia karenamu....
Selamanya....
Aku manusia, bukanlah dewa....
Aku terlahir tak sempurna....
Aku tak dapat membaca hati setiap manusia....
Aku tak dapat meramalkan hari esok....
Aku tak pahami apa yang kau ingini....
Jika tak kau ucapkan dengan lisanmu....
Aku tak dapat membaca gerakmu....
Kecuali kau pandu aku membacanya....
Kasih, maafkan aku yang tak dapat mengertimu....
Tak dapat jadi yang sempurna untukmu....
Tak dapat menjadi yang terbaik untukmu....
Aku hanya bisa berusaha....
Dan aku akan terus berusaha....
Menyenangkanmu....
Bahagiakanmu....
Agar kau tetap disampingku....
Tetap jadi milikku....
Jiwamu dan ragamu....
Agar cinta ini tetap abadi....
Selamanya....
Aku akan berusaha....
Semampuku....
Selalu ada untukmu....
Selalu disisimu....
Setia untukmu....
Mencintai dan menyayangimu....
Selamanya....
Aku terlahir tak sempurna....
Aku tak dapat membaca hati setiap manusia....
Aku tak dapat meramalkan hari esok....
Aku tak pahami apa yang kau ingini....
Jika tak kau ucapkan dengan lisanmu....
Aku tak dapat membaca gerakmu....
Kecuali kau pandu aku membacanya....
Kasih, maafkan aku yang tak dapat mengertimu....
Tak dapat jadi yang sempurna untukmu....
Tak dapat menjadi yang terbaik untukmu....
Aku hanya bisa berusaha....
Dan aku akan terus berusaha....
Menyenangkanmu....
Bahagiakanmu....
Agar kau tetap disampingku....
Tetap jadi milikku....
Jiwamu dan ragamu....
Agar cinta ini tetap abadi....
Selamanya....
Aku akan berusaha....
Semampuku....
Selalu ada untukmu....
Selalu disisimu....
Setia untukmu....
Mencintai dan menyayangimu....
Selamanya....
Kata Cinta Untuk Cinta
Selamat tidur cinta....
Semoga kita dapat bertemu lagi....
Aku cinta kamu....
Aku sayang kamu....
Kamu selalu berarti untukku....
Dan aku selalu inginkan kamu disisiku....
Cintai aku sayang....
Seperti aku mencintaimu....
Cintai semua kekuranganku....
Karena aku juga mencintaimu apa adanya....
Hanya kamu....
S.N.
Semoga kita dapat bertemu lagi....
Aku cinta kamu....
Aku sayang kamu....
Kamu selalu berarti untukku....
Dan aku selalu inginkan kamu disisiku....
Cintai aku sayang....
Seperti aku mencintaimu....
Cintai semua kekuranganku....
Karena aku juga mencintaimu apa adanya....
Hanya kamu....
S.N.
Jumat, 27 Januari 2012
Cinta Tak Harus Memiliki
Layaknya sebuah rencana, suatu
hubungan memang tidak selalu dapat berjalan seperti yang diinginkan. Sebuah hubungan
tidak selalu akan berhasil langgeng. Namun rasa cinta terkadang bisa
mengalahkan segalanya.
Kata orang, cinta itu
membutakan. Jika tidak dibarengi dengan pikiran yang logis, cinta dapat membuat
kita tersesat didalamnya. Cinta yang sehat itu adalah cinta yang saling
berbalas, yang ada timbal balik antara yang diberikan dan diterima. Namun untuk
sebagian orang, cinta itu yang penting berkorban demi pasangan kita.
Disini kita tidak akan
membicarakan hakekat dari cinta, namun kita akan membicarakan tentang sebuah pernyataan
bahwa “cinta tak harus memliki”. Benarkah bahwa cinta itu tak harus memiliki?
Menurut saya, sebuah cinta
akan menjadi indah jika kita dapat memiliki apa yang kita cintai. Karena, akan
sakit jika apa yang kita cintai itu telah menjadi milik yang lain. Kemudian,
apa yang harus kita lakukan jika tak dapat memiliki apa yang kita cintai?
Melupakan. Menurut saya salah satu langkah untuk mengurangi kesakitan adalah melupakan. Berusahalah melupakan yang tak
bisa kita miliki. Dengan melupakan, maka kita mungkin dapat berhenti mencintai.
Kita tidak boleh dan tidak bisa mencintai yang bukan milik kita. Kita akan
berdosa jika mencintai milik orang lain.
Mencintai yang bukan milik
kita adalah sebuah kesalahan. Hal tersebut dapat menyiksa kita. Jadi, jika kita
tak dapat memiliki apa yang kita cintai, lupakanlah. Lepaskanlah perasaan itu. Hargailah
cinta dengan mencintai apa yang kita miliki. Cintailah orang yang mencintai
kita. Karena orang yang mencintai tak akan menyakiti. Syukurilah apa yang telah
kita miliki. Jangan jadikan pasangan kita hanya sebagai pelarian. Cobalah membalas
perasaan orang yang mencintai kita. Maka cinta itu akan sempurna.
Lupakanlah masa lalu, melangkahlah kedepan, terimalah
keadaan bahwa ada seseorang yang mencintai kita. Hargailah orang tersebut yang
mencintaimu, balaslah cintanya. Maka cinta akan menjadi indah.
Negeri Kami
Tuan...Negeri kami negeri yang indah...
gunung gunung berbaris rapi... sungai sungai mengalir mengitari...
Tuan...Negeri kami untaian mutiara...
begitu berharga dengan budaya...begitu elok dengan seninya...
Tuan...Negeri kami bergelimang kekayaan... tambang tambang hasil bumi...
emas, batubara, bahkan berlian dapat dihadirkan...
Tuan...negeri kami bagai zambrut di khatulistiwa...subur dengan tanaman...lebat hutan lengkap dengan satwanya...
Tapi tuan...itu dulu...dulu sekali...lama sekali...sebelum tikus tikus itu naik...sebelum keparat keparat itu muncul...
sebelum orang orang kanibal itu memimpin kami...membuai kami dengan janji...namun menggerogoti kami...
memakan jantung kami...
memakan jiwa kami...
kami sakit tuan...
hati kami sakit...
jiwa kami sakit...
bahkan pikiran kami ikut sakit...
itu semua karena mereka!!
mereka yang begitu santainya mengambil...
mengambil milik kami...
mengambil hak kami...
sementara kami menjerit...
kami meronta...
kami menangis tuan...
kini negeri kami telah membusuk...
mengeluarkan aroma bangkai...
aroma kematian...
aroma luka dan kebencian...
aroma frustasi...
frustasi karena susahnya mencari sesuap nasi...
frustasi karena tak mampu beli susu...
bayi bayi menangis...
orang tua menjerit...
sedangkan mereka...
tikus tikus kotor...
menikmati kesenangan mereka...
menikmati jabatan mereka...
uang kami...
menikmati kematian kami...
negeri ini telah sekarat...
negeri ini telah membusuk...
tangis kami...
untuk negeri ini...
untuk negeri yang korup...
dimana yang benar menjadi salah...
dan yang salah dibenarkan...
untuk negeri yang gagal...
dimana yang mudah dipersulit...
sedang yang sulit, jadi sarana cari duit...
untuk negeri yang yang dulunya kaya...
kini hanya tinggal nama...
Tuan...
bantulah kami...
untuk negeri kami...
Sakit
sayang....
kini kau rasakan sakitnya terabaikan...
sakitnya gejolak yang tak tersampaikan...
dan saat itu terjadi....
kau salahkan lagi aku....
seperti aku tak pernah benar dimatamu....
seperti aku selalu menyakitimu....
seperti hilang semua rasamu untukku....
seperti aku tak pernah mencintaimu...
lagi lagi aku yang salah...
dan lagi lagi aku yang mengalah...
namun biarlah...
biarkan aku mengalah...
biarkan ku pendam sakit ini...
demi dirimu yang kucintai...
demi dirimu yang membuatku mengorbankan segalanya...
demi dirimu...
hanya demi dirimu....
aku yang tak ingin kau pergi....
aku yang ingin hanya ada diriku dihatimu....
karena hanya dirimu yang ada dihatiku....
mengertilah, aku hanya ingin perhatianmu....
aku hanya ingin kau membalas cintaku...
aku hanya ingin kau melupakan semua masa lalumu demi aku...
karena aku rela membuang semua hanya untukmu...
mengorbankan semuanya untukmu....
demi cintaku padamu....
maafkanlah aku...
aku yang bagimu slalu menyakitimu...
meski terkadang akupun merasa sakit...
memang tak pernah kukatakan...
memang tak pernah ku utarakan...
biarlah kutahan rasa sakit ini....
demi keinginanku memilikimu....
karna ku sudah tak dapat berpaling lagi....
karna hanya kaulah yang paling berarti...
dan biarlah hanya aku yang merasa...
SAKIT...
Untuk Yang Tercinta
aku sayang kamu...
aku cinta kamu...
aku ngga mau kehilangan kamu...
cuma kamu dihati aku...
aku butuh kamu...
andai saat ini ku dapat terbang dan menemuimu...
aku akan pergi sekarang juga...
untuk katakan betapa aku sangat sayang kamu...
cobalah mengerti...
tak dapat kulalui hari tanpamu...
tanpa satu kata dari bibirmu...
tanpa sapaan hangat darimu...
dan kau harus tau...
betapa cintamu telah tertanam kuat dalam jiwaku...
betapa dirimu slalu terbayang dalam fikiranku...
betapa bayangmu slalu menghantui benakku....
tak dapat seorangpun akan menggantikanmu...
tak ada seorangpun dapat menggoyahkan cintaku padamu...
tak ada keindahan dapat mengalihkanku darimu....
tetaplah jadi milikku...
selamanya...
untuk yang tercinta...
S.N
Kita Harus Bersyukur
Hari ini aku belajar sesuatu yang sangat berarti...
Sebelumya, aku menganggap bahwa aku adalah seseorang yang sangat menderita karena tidak bisa berkumpul bersama keluargaku, aku tidak bisa bertatap muka dengan keluargaku, aku hanya bisa mendengar suara mereka lewat telepon...
Namun hari ini... Hari ini adalah hari yang mengubah pandanganku...
Sore ini aku berjalan seorang diri sambil merenung, betapa malangnya aku ini... Aku menuju ke sebuah masjid untuk sekedar menunggu waktu berbuka puasa... Masjid ini bukanlah seperti masjid-masjid pada umumnya. Masjid ini berisi mayoritas saudara-saudara kita yang memiliki kekurangan... Sesuatu yang kita miliki namun mereka tidak miliki... Mereka tidak memiliki kemampuan untuk melihat dunia... Mereka terselimuti kegelapan... Meraba-raba dalam kegelapan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan...
Namun mereka tiada merengek, bahkan mereka bisa berlaku bagaikan orang yang normal, mereka beraktifitas layaknya kita yang memiliki kesempurnaan... Mereka beribadah layaknya orang normal... Mereka berjalan sendiri, berwudu sendiri, tidak ada yang menuntun ataupun menjaga mereka... Bahkan mereka dapat mengaji dan adzan lebih baik dan lebih merdu dari kota orang normal... Subhanallah...
Setelah melihat kejadian ini, aku tersadar... Betapa beruntungnya aku, aku hanya belum bisa bertatap muka dengan keluargaku... Namun mereka... Mereka bahkan mungkin belum pernah melihat keluarga mereka sama sekali...
Aku sadar... Bahwa mestinya kita bersyukur.... Bersyukur atas apa yang telah diberikan tuhan pada kita... Kita harusnya terus bejuang dan bukannya patah semangat karena suatu hal tertentu... Kita mestinya mencontoh saudara-saudara kita ini, yang dalam kegelapan, mereka masih mau berusaha dan tetap bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan pada mereka...
Langganan:
Postingan (Atom)