Bramz Cheenta

Jumat, 27 Januari 2012

Negeri Kami

Tuan...Negeri kami negeri yang indah...
gunung gunung berbaris rapi... sungai sungai mengalir mengitari... 

Tuan...Negeri kami untaian mutiara...
begitu berharga dengan budaya...begitu elok dengan seninya... 

Tuan...Negeri kami bergelimang kekayaan... tambang tambang hasil bumi...
emas, batubara, bahkan berlian dapat dihadirkan...

Tuan...negeri kami bagai zambrut di khatulistiwa...subur dengan tanaman...lebat hutan lengkap dengan satwanya... 

Tapi tuan...itu dulu...dulu sekali...lama sekali...sebelum tikus tikus itu naik...sebelum keparat keparat itu muncul...
sebelum orang orang kanibal itu memimpin kami...membuai kami dengan janji...namun menggerogoti kami...
memakan jantung kami...
memakan jiwa kami...

kami sakit tuan...
hati kami sakit...
jiwa kami sakit...
bahkan pikiran kami ikut sakit...

itu semua karena mereka!!
mereka yang begitu santainya mengambil...
mengambil milik kami...
mengambil hak kami...
sementara kami menjerit...
kami meronta...
kami menangis tuan...

kini negeri kami telah membusuk...
mengeluarkan aroma bangkai...
aroma kematian...
aroma luka dan kebencian...
aroma frustasi...

frustasi karena susahnya mencari sesuap nasi...
frustasi karena tak mampu beli susu...
bayi bayi menangis...
orang tua menjerit...

sedangkan mereka...
tikus tikus kotor...
menikmati kesenangan mereka...
menikmati jabatan mereka...
uang kami...
menikmati kematian kami...

negeri ini telah sekarat...
negeri ini telah membusuk...
tangis kami...
untuk negeri ini...

untuk negeri yang korup...
dimana yang benar menjadi salah...
dan yang salah dibenarkan...

untuk negeri yang gagal...
dimana yang mudah dipersulit...
sedang yang sulit, jadi sarana cari duit...

untuk negeri yang yang dulunya kaya...
kini hanya tinggal nama...

Tuan...
bantulah kami...
untuk negeri kami...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar