Layaknya sebuah rencana, suatu
hubungan memang tidak selalu dapat berjalan seperti yang diinginkan. Sebuah hubungan
tidak selalu akan berhasil langgeng. Namun rasa cinta terkadang bisa
mengalahkan segalanya.
Kata orang, cinta itu
membutakan. Jika tidak dibarengi dengan pikiran yang logis, cinta dapat membuat
kita tersesat didalamnya. Cinta yang sehat itu adalah cinta yang saling
berbalas, yang ada timbal balik antara yang diberikan dan diterima. Namun untuk
sebagian orang, cinta itu yang penting berkorban demi pasangan kita.
Disini kita tidak akan
membicarakan hakekat dari cinta, namun kita akan membicarakan tentang sebuah pernyataan
bahwa “cinta tak harus memliki”. Benarkah bahwa cinta itu tak harus memiliki?
Menurut saya, sebuah cinta
akan menjadi indah jika kita dapat memiliki apa yang kita cintai. Karena, akan
sakit jika apa yang kita cintai itu telah menjadi milik yang lain. Kemudian,
apa yang harus kita lakukan jika tak dapat memiliki apa yang kita cintai?
Melupakan. Menurut saya salah satu langkah untuk mengurangi kesakitan adalah melupakan. Berusahalah melupakan yang tak
bisa kita miliki. Dengan melupakan, maka kita mungkin dapat berhenti mencintai.
Kita tidak boleh dan tidak bisa mencintai yang bukan milik kita. Kita akan
berdosa jika mencintai milik orang lain.
Mencintai yang bukan milik
kita adalah sebuah kesalahan. Hal tersebut dapat menyiksa kita. Jadi, jika kita
tak dapat memiliki apa yang kita cintai, lupakanlah. Lepaskanlah perasaan itu. Hargailah
cinta dengan mencintai apa yang kita miliki. Cintailah orang yang mencintai
kita. Karena orang yang mencintai tak akan menyakiti. Syukurilah apa yang telah
kita miliki. Jangan jadikan pasangan kita hanya sebagai pelarian. Cobalah membalas
perasaan orang yang mencintai kita. Maka cinta itu akan sempurna.
Lupakanlah masa lalu, melangkahlah kedepan, terimalah
keadaan bahwa ada seseorang yang mencintai kita. Hargailah orang tersebut yang
mencintaimu, balaslah cintanya. Maka cinta akan menjadi indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar