Bramz Cheenta

Rabu, 09 Januari 2013

Bunglon

sayang....
mengapa kau bertanya??
mengapa kau tanyakan pertanyaan pertanyaan itu padaku??
enggankah kau melakukan semua itu??
enggankah dirimu jika seandainya yang aku minta adalah seperti yang kau tanyakan padaku??

kasih...
tahukah kamu...
tahukah yang selama ini telah kau lakukan padaku??
tahukah kamu??

kasih...
aku telah terikat denganmu...
semua yang ku tulis adalah tentang dirimu...
yang kupedulikan hanyalah dirimu...
ya... inspirasiku adalah dirimu dan hanya kamu....
ya... aku telah ikuti semua yang kamu sukai...
aku lakukan semua itu...
dan tanpa kau sadari kaulah tembok pembatasku...
tembok yang meskipun menghalangiku tetap ku pelihara...
tembok tempat aku bersandar selama ini...

kasih...
tahukah kau telah kukorbankan semua demi dirimu....
apapun...
ya...
mulai dari hidupku...
hobiku...
karier...
kebiasaanku...
teman temanku...
sahabatku...
waktuku...
semua telah kukorbankan demi dirimu...

sayang....
ingatkah saat aku ingin melakukan yang kuinginkan, rapat organisasi...
kegiatan ekstra...
nongkrong bersama teman temanku...
ingatkah kau merengek agar aku tidak pergi....
ingatkah kau bahwa aku memutuskan keluar dari pekerjaanku karena siapa??
dan untuk itu aku diremehkan oleh orang tuaku sendiri...
dianggap tidak mampu...
ingatkah saat aku membatalkan melamar pekerjaan hanya untuk mengantarmu??
ingatkah saat kau selalu mengeluh jika aku mengerjakan PKM??
adakah aku mengeluh saat menungguimu kerja kelompok dengan teman temanmu??
adakah aku mengeluh saat menunggumu selesai kuliah??

lihatlah sayang...
aku selalu menuruti keinginanmu....
apakah aku mencari beasiswa untuk ke luar negeri??
tidak!!
apakah aku mengikuti kegiatan lain untuk pengembanganku??
tidak!!
apakah aku menolak saat kau suruh aku memotong rambut seperti yang kau mau??
tidak!!
semua yang kau ingin, aku lakukan....
dan semua yang tak kau ingin, takkan kulakukan...

jika kau ingin mengenal dunia lebih luas, mengapa aku tak boleh??
kau anggap apa aku ini sayang??
apakah aku seperti bunglon yang selalu berubah warna sesuai keadaan sekitarnya??
tak bisakah aku jadi diriku sendiri??

ya....
aku selalu mematuhimu...
mematuhi orang tuaku...
menjadi apa saja yang kalian ingin...
tapi aku tak pernah jadi diriku....
aku layaknya bunglon....

tapi biarlah...
biarlah aku yang sakit disini demi kebahagiaanmu...
karena kau tak bisa sepertiku....
tak ada satupun yang bisa mengerti aku...
karena aku berbeda....


Tuhan....
andai aku terlahir kembali...
aku tak ingin jadi bunglon...
aku lebih memilih jadi elang yang bebas kemanapun dan melakukan apapun yang kuinginkan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar